10 Juni 2015

Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan


TENGGELAMNYA KAPAR PESIAR

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.
Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, 
“Aku benci kamu!” 
“Kamu tau aku buta!!” 
“Kamu egois!” 
“Nggak tau malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”
Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.”
Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”

Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.
Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.



8 Juni 2015

Cara Mengatasi Hardbrick Pada Android atau Ponsel Tidak Mau Menyala


Cara Mengatasi Hardbrick-Terkadang, karena ponsel Android sangat fleksibel untuk diotak-atik kita membuat beberapa kesalahan yang membuat ponsel kita tidak bekerja dengan semestinya. Mungkin Anda menginstal kernel, ROM, framework atau rooting dan ponsel Anda tidak bekerja dengan baik. Apalagi ketika ponsel Anda tidak mau lagi menyala setelah Anda otak-atik. Jangan terlebih dahulu panik karena ada cara yang bisa kita lakukan untuk kembali menyalakannya walau tidak 100 persen berhasil. Paling tidak kita mencoba terlebih dahulu cara-cara ini sebelum memutuskan untuk membawanya ke service centre. Bila tidak berhasil Anda diperbolehkan untuk panik dan memperbaikinya ke ahlinya.


Bootloop

Sebelum kita membahas cara mengatasinya, ada baiknya Anda mengetahui beberapa istilah brick pada Android. Dari mulai yang paling ringan, bootloop. Bootloop merupakan brick Android yang paling ringan. Kondisi ini ketika Android Anda bisa menyala sampai pada logo merek ponsel Anda (bootscreen). Ketika Anda menyalakannya kembali, proses booting tetap sampai pada bootscreen saja. Ini masih ringan karena Anda masih bisa mengakses recovery mode dengan menekan tombol Power + Volume Down (pada umumnya) dan melakukan factory reset agar bisa kembali ke kondisi normal. Kalah Anda tahu penyebabnya dan bisa mengatasinya dari recovery mode Anda tidak perlu melakukan factory reset.


Softbrick

Softbrick merupakan kondisi ponsel tersangkut pada bagian tertentu, yang paling sering adalah di logo awal ponsel Anda. Biasanya ini karena menginstal aplikasi.zip yang mengubah sistem pada Android Anda. Dalam kondisi softbrick, Anda juga masih bisa mengakses recovery dan download mode. Kalau tidak bisa karena ponsel tak mau menyala, ponsel Anda masih bisa dideteksi komputer dan juga masih bisa di charger. Kalau Anda mengalami hal ini, Anda masih bisa melakukan factory reset melalui software Odin. Kalau masih bisa masuk ke recovery mode, Anda bisa melakukan seperti bahasan sebelumnya.